Bibit Kelengkeng,- Beberapa buah yang beredar di pasaran
harganya mahal karena budidayanya cenderung susah. Salah satu halangan budidaya
buah adalah dataran yang diperlukan kebanyakan di atas 1000 meter di atas
permukaan laut. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk buah kelengkeng. Buah yang
manis ini ternyata cocok untuk ditanam di dataran rendah. Yakni dalam kisaran
ketinggian di bawah 1000 meter dari permukaan laut. Jika kamu ingin menanam
bibit kelengkeng, berikut ini ada beberapa karakteristik yang perlu kamu tahu
agar budidaya kelengkengmu sukses.
Jenis Kelengkeng yang Mampu Berbuah Secara Alami
Bibit kelengkeng
yang cocok untuk ditanam di dataran rendah punya kelebihan yang pasti akan
memudahkan budidaya kamu, yakni ia mampu berbuah secara alami. Karena mampu
berbuah secara alami, maka kita tidak perlu memberikan perawatan yang njilmet
agar bibit kelengkeng kita berbuah. Pemupukan dan perawatan hanya diperlukan
sekadarnya saja, hal tersebut telah cukup untuk membuat bibit kelengkeng tumbuh
normal dan berbuah secara alami.
Menempatkan Bibit Pada Bawah terik Matahari
Salah satu hal
utama yang perlu diperhatikan untuk penananam bibit kelengkeng di dataran
rendah adalah sinar matahari. Karena sinar matahari adalah kebutuhan dasar
tanaman tropis untuk bisa mengolah makanan. Daun bibit kelengkeng perlu
senantiasa terpapar sinar matahari agar bisa menghasilkan makanan untuk
menopang pertumbuhannya. Sehingga, jika di sekitar bibit kelengkeng ada tanaman
atau bangaunan yang lebih tinggi, maka bibit kelengkeng tidak akan bisa tumbuh
dengan normal dan berbuah.
Menyiram Secara Teratur
Kebutuhan dasar untuk
bibit kelengkeng di dataran rendah adalah air. Air tentu saja sangat dibutuhkan
oleh tiap bibit tanaman untuk bisa tumbuh bukan? Karena itu, pemberian air ini
perlu diperhatikan agar bibit kelengkeng bisa tumbuh besar. Kekurangan air
bahkan bisa membuat tanaman ini mati. Untuk ukuran siraman yang ideal bagi
bibit kelengkeng cukup 2 kali sehari saja, di saat pagi dan sore hari. Dengan siraman
yang teratur tersebut, kamu tinggal tunggu waktu saja bibit kelengkengmu
berbuah.
No comments:
Post a Comment